Sabtu, 25 Juli 2009

Sosiologi Pedesaan

Posted by makalah | Sabtu, 25 Juli 2009 | Category: |

ABSTRAK
Komoditas pertanian tanaman pangan yang termasuk unggulan adalah padi ladang, kacang hijau, padi sawah, kacang tanah dan jagung. Kacang hijau merupakan komoditas strategis di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel, karena sifat agronomisnya yang relatif tahan kekeringan dengan umur panen yang pendek. Komoditas ini banyak dibudidayakan di lahan kering dan sebagian kecil di lahan sawah. Hasil kajian tahun 1998/1999 peningkatan pendapatan petani dengan relay meningkat 30%. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui keuntungan usahatani kacang hijau di tingkat petani. Metode yang digunakan adalah survai dan desk study data sekunder. Pengkajian dilakukan di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel selama dua tahun yaitu dimulai bulan Juni hingga Desember tahun 2009. Pengkajian menggunakan metoda survai dan desk study. Petani sampel ditentukan berdasarkan lokasi sentra komoditas unggulan tersebut di kabupaten. Penentuan petani responden dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan jumlah responden 15 orang. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa: a) tingkat produktivitas kacang hijau di timgkat usahatani masih sangat rendah berkisar antara 0,4 – 0,53 t/ha per musim, masih jauh lebih rendah dari produksi rataaan kabupaten dan propinsi masing-masing 0,546 t/ha dan 0,75 t/ha; b) tingkat keuntungan usahatani kacang hijau di tingkat usahatani tahun 2003-2004 adalah berkisar antara Rp. 341.058,- hingga Rp. 1.271.487,-/ha/musim. Dengan tingkat keuntungan tersebut, usahatani kacang hijau belum dapat digunakan sebagai sumber pendapatan utama keluarga; c) pada tahun 2004 besarnya kenaikan produksi komoditas kacang hijau (24,01%) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan luas areal (3,89%); d) pada tahun 2003 kenaikan produksi kacang hijau lebih dominan disebabkan peningkatan produktivitas (37,55%) dibandingkan peningkatan luas areal panen (7,28%); e) produktivitas dan tingkat keuntungan yang lebih memadai akan dicapai bila melakukan perbaikan teknologi budidaya dengan mengintorduksi varietas berpotensi hasil tinggi.





BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangbiakan buatan yang banyak dikenal oleh masyarakat lainnya adalah cangkok. Tanaman berkayu hampir semuanya dapat dicangkok dan pengerjaan cangkok sebenarnya sangat mudah, hanya saja perlu memperhatikan beberapa hal saja yaitu waktu mencangkok, pemilihan batang dan pemeliharaan cangkokan. Pilihlah batang yang tidak terlalu tua, kuat, subur dan tidak mengandung penyakit. Lebih bagus lagi bila banyak buahnya. Cangkok baik dilakukan pada saat musim penghujan. Selain cangkok, stek jugatermasuk perkembangbiakan buatan yang mudah untuk dilakukan.

Anda dapat memisahkan atau memotong beberapa bagian tanaman untuk menghasilkan bibit tanaman yang banyak dalam waktu singkat. Beberapa macam stek adalah stek akar untuk mengembangkan jambu biji, cemara, sukun, stek batang untuk kentang, ubi jalar, stek cabang untuk mangga, rambutan, jeruk, kopi, dan teh serta stek daun untuk begonia, sanseviera dan cocor bebek. Untuk anda yang menginginkan hasil perkembangbiakan yang hasilnya bagus dapat memilih okulasi untuk mengembangbiakkan tumbuhan.

Okulasi dapat dilakukan dengan menempelkan mata tunas diambil dari tanaman induk yang unggul dan ditempel ke tumbuhan yang berakar kuat. Sayangnya okulasi membutuhkan waktu lama untuk berhasil, kira-kira 12-24 bulan. Pilihan lainnya adalah sambung pucuk yaitu cara yang menempelkan batang induk untuk disambung dengan batang bawah yang ditanam dari biji. Untuk tanaman buah atau tanaman yang sulit dikembangbiakkan dengan cara lain, penyusuan merupakan cara yang paling cocok. Penyusuan dilakukan dengan cara menyambung 2 buah batang yang sama besar yang telah disayat miring dan diikat sampai kira-kira 3 minggu setelah itu ikatannya bisa dilepas.





Sampai saat ini perkembangbiakan tanaman berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi. Para peneliti di seluruh dunia menaruh perhatian khusus terhadap penelitian perkembangbiakan tanaman untuk menghasilkan tanaman baru supaya mendapatkan hasil tanaman yang terbaik. Penelitian di bidang pangan berupaya untuk menghasilkan tanaman pangan dengan kualitas nomor satu untuk mendapatkan bibit unggul. Generatifbibit tanaman yang terbaik dapat menjadi komoditas ekspor yang berujung dengan bertambahnya kas negara dari devisa yang dihasilkan. Kultur jaringan merupakan hasil dari perkembangan teknologi pertanian yang dapat menghasilkan bibit unggul serta varietas baru. Kultur jaringan juga dapat dilakukan untuk pelestarian jenis tanaman tertentu yang mulai langka. Kultur jaringan memerlukan pendidikan khusus yang dilatarbelakangi dengan pendidikan kimia dan biologi. Untuk melakukan kultur jaringan diperlukan media dengan berbagai bahan campuran seperti garam mineral, asam amino, gula vitamin dan hormone tumbuhan yang dilakukan dalam keadaan suci hama.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genetis dan faktor lingkungan. Faktor genetis merupakan faktor yang terdapat dalam tanaman seperti benis, varietas, hormone serta lainnya. Sedangkan faktor lingkungan adalah faktor seperti keadaan tanah, iklim, cuaca, suhu, air dan udara. Seperti mahluk hidup lainnya, tanaman juga dapat beradaptasi dengan lingkungan serta perubahan-perubahan yang terjadi baik perubahan fisiologis, atau morfologis.

Tanaman sebenarnya memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap perubahan iklim, hama penyakit, absorbsi tanah serta pembatasan respirasi yang ditunjukkan dengan perubahan struktur tubuh tanaman tersebut. Adaptasi tanaman dapat berlangsung dengan baik bila tanaman dipindahkan dari tempat lain ke tempat yang kondisinya hampir serupa. Walaupun telah ada rekayasa pengetahuan dan teknologi namun supaya proses pertumbuhan tanaman dapat berlangsung dengan baik maka hendaknya jangan memindahkan tanaman ke tempat yang kondisinya benar-benar berbeda.




A. TANAMAN SECARA UMUM

vegetativeSeperti layaknya mahluk hidup lainnya, tanaman juga dapat berkembang biak. Perkembangbiakan tanaman secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu perkembangbiakan secara alami dan juga buatan.

Perkembangbiakan alami adalah perkembangbiakan tanaman oleh tanaman itu sendiri secara alami atau dibantu oleh alam. Sedangkan perkembangbiakan secara buatan adalah perkembangbiakan tanaman yang mendapat campur tangan manusia.

Tanaman berkembangbiak secara alami melalui berbagai macam cara. Tanaman berkembangbiak secara alami dengan 2 cara yaitu generatif dan vegetatif. Generatif adalah bahwa tanaman tersebut berkembang biak secar kawin, yaitu bertemunya sel jantan yang terdapat pada benang sari dan sel betina yang terdapat pada putik. Bertemunya 2 sel ini nantinya akan menghasilkan buah yang berbiji 2 yaitu dikotil. Tanaman yang dikembangbiakkan melalui cara ini biasanya memiliki sifat genetis yang berbeda dari tanaman induk dan biasanya mengalami kemunduran.

Perkembangbiakan secara vegetative dapat terbentuk dari sel jaringan nucellus, serta terbentuknya tanaman dari bagian bagian khusus yaitu umbi, rhizome, runner dan anakan. Perkembangbiakan dengan terbentuknya umbi juga terbagi menjadi beberapa cara yaitu umbi lapis seperti terbentuknya bawang dan bunga tulip, umbi sisik seperti terbentuknya bunga gladiol, umbi batang seperti terbentuknya kentang dan umbi akar seperti terbentuknya ubi jalar.

Perkembangbiakan secara vegetative alami dengan rizhoma terlihat pada terbentuknya jahe, sedangkan akar rimpang atau runner atau batang menjalar pada permukaan tanah adalah seperti terbentuknya strawberry.



Untuk perkembangbiakan dengan anakan contohnya nanas, pisang, salak, dan lidah buaya. Anakan yang telah tumbuh harus segera dipisah dari induknya dengan hati-hati supaya tidak merusak tanaman induk dan akar anakan tersebut.

Perkembangbiakan dengan campur tangan manusia adalah rundukan, cangkok, stek, okulasi, sambung pucuk, penyusuan dan kultur jaringan. Perkembangbiakan dengan rundukan adalah cara perkembangbiakan dengan cara membengkokkan cabang dan dibenamkan ke dalam tanah dengan melukai bagian cabang yang akan dibenamkan untuk mempercepeat tumbuhnya akar. Perkembangbiakan seperti ini adalah perkembangbiakan dari tanaman melati, jambu monyet dan ketimun.

B. TANAMAN KACANG HIJAU

Kacang hijau merupakan komoditas strategis di di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel karena sifat agronomisnya yang relatif tahan kekeringan dengan umur panen yang pendek.
Nilai strategis kacang hijau terletak pada kemampuannya sebagai tanaman penyelamat kegagalan panen dari tanaman sebelumnya seperti padi yang gagal panen akibat gangguan musim kering. Sifat kompetitif lainnya yang ditunjukkan adalah harganya relatif stabil dibanding kedelai yang di pasar bebas sering berfluktuasi harganya karena desakan kedelai asal impor. Hal tersebut didukung oleh pendapat Kasno (1990) yang menyatakan bahwa kelebihan kacang hijau ini terletak pada agronomis serta eknonomisnya. Kelebihan agronomi adalah ketahanannya terhadap kekeringan, berumur genjah (55 - 60 hari), cocok untuk daerah dengan curah hujan rendah, hama penyakit relatif sedikit, tumbuh baik di tanah kurang subur, jenis tanah yang drainase kurang baik, cara budidaya mudah, resiko kegagalan panen secara total kecil dan harga jual relatif lebih tinggi dibanding kacang-kacangan lainnya.



Kacang hijau banyak dibudidayakan di lahan kering pada musim hujan dan di lahan sawah setelah padi pada musim kemarau II. Potensi lahan untuk pengembangan kacang hijau di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel yaitu di lahan kering yang berupa ladang dan tegalan. Tingkat produktivitas yang rendah dipengaruhi oleh cara pengelolaan tanaman yang kurang intensif diantaranya belum menggunakan varietas unggul yang adaptif.
Berbagai teknologi telah diuji terutama yang berkaitan dengan adaptasi varietas kacang hijau serta pola tanam di lahan kering. Di lahan kering kacang hijau di tanam sebagai tanaman relay menjelang panen jagung.
Selama ini petani telah mengenal berbagai varietas yang sudah dilepas oleh pemerintah diantaranya yang beredar di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel seperti varietas Camar, Sriti, Walet, Betet, Kenari, Merak, dan Sampiong. Tujuan kajian ini adalah menganalisis keuntungan usahatani kacang hijau di tingkat petani dan peluang pengembangannya di lahan kering.

C. KOMPETISI

Kompetisi dilakukan hijau di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel selama hari yaitu tanggal 16 Mei 2009. Pengkajian menggunakan Pengamatan Praktek. Petani sampel ditentukan berdasarkan lokasi sentra komoditas unggulan tersebut.
Data yang dikumpulkan meliputi Unsur hara, air, dan Cahaya Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung pada petani menggunakan bantuan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif misalnya Jumlah daun dan Tinggi Tanaman.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (±60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram, atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut ini.
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermathophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyldonae
Ordo : Rosales
Famili : Papilionaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna Radiata atau Phaseolus Radiatus.
B. Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.cabangnya menyamping pada batang utama, berbentuk bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau ada yang ungu.



Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.
Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
Polong kacang hijau berbentuk silendris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji kacang hijau lebih kecil disbanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat, dan hitam.
Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.
C. Syarat Tumbuh
Kacang hijau merupakan tanaman tropis yang menghendaki suasana panas selama hidupnya. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Tanaman kacang hijau dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah dengan memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah bekas tanaman yang diairi








2. 1 PROSPEK TANAMAN KACANG HIJAU

A. Kegunaan tanaman Kacang Hijau
pokok kacang hijau atau dalam bahasa Inggeris Mung bean mempunyai nama saintifil (latin) Phaseolus radiatus L. dari kumpulan Leguminoceae

Kacang hijau banyak ditanam di sawah dan ladang yang bertanah lembab dan cukup mendapatkan sinar matahari. Tumbuhan perdu berbatang basah ini tingginya mencapai 3 meter. Kacang hijau adalah tanaman pendek bercabang tegak. Bunganya berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Dari bunga itulah terbentuk polongan yang berisi 10 - 15 biji kacang hijau.Kulitnya hijau berbiji putih dan sering dibuat kecambah atau tauge. Daunnya berbentuk segitiga menyirip.

B. Perkembangan Usaha Tani Kacang Hijau
Pada umumnya sebagian besar petani menanam kacang hijau di lahan sawah pada musim kemarau sehingga analisa usahatani dilakukan hanya untuk satu musim yaitu MK I 2004. Teknologi yang diterapkan masih sederhana seperti belum menggunakan pupuk tunggal, varietas lokal (samsik) dengan cara tanam disebar. Produktivitas kacang hijau masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata produktivitas di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel. Hal ini disebabkan karena pada fase pembungaan tanaman kekurangan air.
Komponen terbesar dari biaya usahatani kacang hijau adalah biaya tenaga kerja yaitu dari total penerimaan. Dilihat dari penggunaan saprodi, usahatani kacang hijau kurang intensif bahkan sebagian besar petani belum melakukan pemupukan. Komponen biaya saprodi yang relatif besar antara lain untuk biaya pestisida dan herbisida.









C. Pemasaran
Tanaman kacang hijau rentan terhadap serangan hama penyakit tanaman. Oleh karena itu petani harus mengeluarkan biaya yang besar untuk memberantas hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau. Serangan hama penyakit lebih banyak terjadi pada musim hujan dan konsekuensinya biaya untuk obat-obatan lebih besar pada musim tersebut. Biaya untuk obat-obatan pada MH mencapai 111 ribu rupiah per hektar (5,10%), sedangkan pada MK mencapai 35 ribu rupiah per hektar (3,50%).
Pendapatan bersih atau keuntungan usahatani kacang hijau per hektar pada MK. 2002mencapai Rp. 210.290,-/ha dengan R/C 1,28, sementara pada MH. 2002/2003 mencapai Rp.1.258.410,-/ha dengan R/C 2,37Hal ini menunjukkan bahwa usahatani kacang hijau dapat memberikan keuntungan bagi petani yang ditunjukkan oleh R/C lebih besar dari satu.
Bila produksi kacang hijau di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel dicapai paling tinggi pada MH, maka sebaliknya yang terjadi pada keadaan harga jual kacang hijau yang diterima petani. Harga jual tertinggi diperoleh pada penjualan produksi musim kemarau yaitu mencapai Rp 3090/kg, sedangkan pada musim hujan hanya mencapai Rp2964/kg. Dengan demikian hukum ekonomi berlaku disini, yaitu disaat suplai tinggi, ceteris paribus penawaran harga rendah dan sebaliknya. Meskipun demikian, pendapatan petani kacang hijau masih meningkat karena peningkatan produksi pada musim hujan relatif lebih tinggi dibandingkan penurunan harganya. Secara finansial analisa pendapatan usahatani kacang hijau per hektar selama dua musim di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel.











2. 2 KOMPETISI TANAMAN

A. Unsur Hara

Tiga diantara 10 macam unsur hara tersebut didapat dari udara dan air, yaitu: C (Carbon), H (Hydrogen), O (Oksigen). Sedangkan yang lainnya N (Nitrogen), P (Phosphor), K (Potassium), Ca (Calcium), Mg (Magnesium), S (Sulphur) dan Fe (Besi) diambil oleh tanaman dari dalam tanah sebagai media tumbuh.
Enam unsur hara tambahan ditetapkan sebagai unsur hara essential (penting) untuk pertumbuhan tanaman. Keenam unsur hara penting tersebut adalah Mn (Mangaan), Zn (Zinc), Cu (Tembaga), B (Boron), Mo (Molybden) dan Cl (Chlorine).

B. Air
Komponen ini sangat dibutuh setiap mahkluk hidup didunia dengan adanya air tanaman ini dapat hidup dan sebagai proses pertumbuhan dalam mekanismenya. Karena air merupakan kebutuhan vital bagi tanaman juga berfungsi membantu mengurangi atau menambah kesamaan tanah. Air membantu pelarutan garam-garam mineral yang sangat diperlukam oleh tumbuhan. Akar tumbuhan menyerap garam-garam mineral dari dalam tanah dalam bentuk larutan.
Ketersediaan sumber air irigasi sangat penting. Salah satu upaya mencari potensi sumber air irigasi adalah dengan melakukan deteksi air bawah permukaan (groundwater) melalui pemetaan karakteristik air bawah tanah. Cara ini dapat memberikan informasi mengenai sebaran, volume dan kedalaman sumber air untuk mengembangkan irigasi suplemen.

C. Cahaya
Dengan adanya cahaya segala aktivitas dan proses pertumbuhan makhluk hidup dibutuh dapat berjalan dengan baik. Tanpa cahaya tumbuhan ini tidak dapat melakukan perkembangbiakan secara baik dan sehat.




2.3 PERTUMBUHAN DAN PROSES PRODUKSI

Pertumbuhan, dalam arti terbatas, menunjuk pada perambahan ukuran yang tidak dapat balik, mencerminkan bertambahnya protoplasma, yang mencerminkan pertambahan protoplasma. Perkembangan, diartikan pada diferensiasi, suatu perubahan dalam tingkat lebih tinggi yang menyangkut spesialisasi dan organisasi secara anatomi dan fisiologi. Pertumbuhan tanaman ditunjukkan oleh pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik (Harjadi, 1988).















BAB III
M E T O D E
3.1 WAKTU DAN TEMPAT
Adapun pelaksanaan Praktek lapang ini dilaksanakan PAda :
Hari/ Tanggal : Sabtu, 16 Mei 2009
Tempat : Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kabupaten Takalar
Waktu : 10.00 – 12.00 WIB

3. 2 BAHAN DAN ALAT
Adapaun bahan dan alat yang digunakan diantaranya :
 cangkul,
 garu,
 garu tangan,
 bajak,
 landak, dan lain sebagainya.
3. 3 PELAKSANAAN
Dalam Kegiatan Praktek lapang ini dilaksanakan secara wawancara langsung terhadap Petani atau penggarap.





3. 4 PARAMETER PENGAMATAN
A. JUMLAH DAUN
 PENGAMATAN PERTAMA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 8
5,6
8, 5, 5 8
8,5
2, 5, 5 8
5,5
8, 5, 2 8
5,5
5

 PENGAMATAN KEDUA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 17
14, 14
14, 11, 11
16
14, 14
14, 14, 14
11
14, 14
14, 14, 11
15
14
13






 PENGAMATAN KETIGA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 26
20, 20
17, 17, 21
20
20, 17
17, 20, 17
17
17, 17
16, 11, 19 21
19
17

 PENGAMATAN KEEMPAT
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 29
23, 22
15, 14, 26
23
20, 20
21, 15, 15
17
17, 17
19, 11, 19 23
20
17









B. TINGGI TANAMAN
 PENGAMATAN PERTAMA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 10
12, 12
10, 10, 10
10
10, 12
12, 10, 10
10
10, 10
10, 10, 12
10
11
10,4

 PENGAMATAN KEDUA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 37
23, 26
30, 23, 25
32
29, 28
27, 26, 24
21
27, 24
22, 18, 14
30
26, 16
23,2







 PENGAMATAN KETIGA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 42
39, 28
28, 34, 35
37
35, 38
32, 33, 34
25
27, 25
23, 17, 26
34, 6
32
29,1

 PENGAMATAN KEEMPAT
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 41
40, 30
35, 34, 30
37
39, 39
32, 33, 34
25
28, 26
23, 19, 26
34,3
33,6
29,5

C . PRODUKSI
produksi kacang hijau di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel dicapai paling tinggi pada MH, maka sebaliknya yang terjadi pada keadaan harga jual kacang hijau yang diterima petani. Harga jual tertinggi diperoleh pada penjualan produksi musim kemarau yaitu mencapai Rp 3090/kg, sedangkan pada musim hujan hanya mencapai Rp2964/kg. Dengan demikian hukum ekonomi berlaku disini, yaitu disaat suplai tinggi, ceteris paribus penawaran harga rendah dan sebaliknya.


Meskipun demikian, pendapatan petani kacang hijau masih meningkat karena peningkatan produksi pada musim hujan relatif lebih tinggi dibandingkan penurunan harganya. Secara finansial analisa pendapatan usahatani kacang hijau per hektar selama dua musim di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel
D. BERAT TANAH/POLYBAY

NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 15
16
13,5 14,5
14
16,5 15,5
15
15












BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL
Adapun dari Hasil Praktek lapang di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sul-sel
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 8
5,6
8, 5, 5 8
8,5
2, 5, 5 8
5,5
8, 5, 2 8
5,5
5

 PENGAMATAN KEDUA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 17
14, 14
14, 11, 11
16
14, 14
14, 14, 14
11
14, 14
14, 14, 11
15
14
13






 PENGAMATAN KETIGA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 26
20, 20
17, 17, 21
20
20, 17
17, 20, 17
17
17, 17
16, 11, 19 21
19
17

 PENGAMATAN KEEMPAT
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. JUMLAH DAUN 1
2
3 29
23, 22
15, 14, 26
23
20, 20
21, 15, 15
17
17, 17
19, 11, 19 23
20
17








B. TINGGI TANAMAN
 PENGAMATAN PERTAMA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 10
12, 12
10, 10, 10
10
10, 12
12, 10, 10
10
10, 10
10, 10, 12
10
11
10,4

 PENGAMATAN KEDUA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 37
23, 26
30, 23, 25
32
29, 28
27, 26, 24
21
27, 24
22, 18, 14
30
26, 16
23,2







 PENGAMATAN KETIGA
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 42
39, 28
28, 34, 35
37
35, 38
32, 33, 34
25
27, 25
23, 17, 26
34, 6
32
29,1

 PENGAMATAN KEEMPAT
NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 41
40, 30
35, 34, 30
37
39, 39
32, 33, 34
25
28, 26
23, 19, 26
34,3
33,6
29,5








D. BERAT TANAH/POLYBAY

NO PENGAMATAN TANAMAN JUMLAH
TANAMAN ULANGAN RATA-RATA KET
I II III
1. TINGGI TANAMAN 1
2
3 15
16
13,5 14,5
14
16,5 15,5
15
15


4.2 PEMBAHASAN
A. TINGGI TANAMAN
Hasil hasil yang didapat dapat diketahui pertumbuhan Kacang hijau ini sangat cepat dari hari kehari, dan memiliki tinggi tanaman yang mencapai 40
B. JUMLAH DAUN
Jumlah daun pada tanaman kacang hijau ini memilki perkembngan yang jauh lebih cepat dari tinggi tanaman yang mana jumlha daunnya memiliki rata-rata 23
C. PRODUKSI
produksi kacang hijau di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel dicapai paling tinggi pada MH, maka sebaliknya yang terjadi pada keadaan harga jual kacang hijau yang diterima petani. Harga jual tertinggi diperoleh pada penjualan produksi musim kemarau yaitu mencapai Rp 3090/kg, sedangkan pada musim hujan hanya mencapai Rp2964/kg. Dengan demikian hukum ekonomi berlaku disini, yaitu disaat suplai tinggi, ceteris paribus penawaran harga rendah dan sebaliknya. Meskipun demikian, pendapatan petani kacang hijau masih meningkat karena peningkatan produksi pada musim hujan relatif lebih tinggi dibandingkan penurunan harganya. Secara finansial analisa pendapatan usahatani kacang hijau per hektar selama dua musim di Bonto Lebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Prov. Sul-sel

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Produktivitas kacang hijau di tingkat petani masih sangat rendah berkisar antara 0,4-0,734 t/ha per musim, sedangkan tingkat keuntungannya berkisar antara Rp. 219.210,- hingga Rp.1.258.410,-/ha/musim.
2. Usahatani kacang hijau yang dilakukan pada musim hujan, dapat memberikan keuntungan yang cukup memadai bagi petani. Sementara pada musim kemarau dilahan sawah, keuntungan yang diperoleh masih belum cukup untuk menopang ekonomi keluarga.
3. Untuk meningkatkan produktivitas, upaya penerapan teknologi budidaya mutlak diperlukan. Teknologi tersebut antara lain penggunaan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi dan sesuai dengan preferensi konsumen.

5.2 Saran

Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat disrankan sebagai berikut
1. Dalam pngamatan terutama pengukuran hendaknya stu orang saja yang mengukur agar tidak terjadi distorsi.
2. Pengaturan jumlah populasi lebih baik satu tanaman, dalam menanam jangan terlalu banyak populasi dan jarak tanam jangan terlalu sempit atau rapat.







DAFTAR PUSTAKA

Basuki, I., J. Abdulgani, A. Hipi, B.T.R. Erawati. 2000. Laporan Pengkajian SUP Jagung pada lahan kering tahun 1999/2000 di NTB. BPTP NTB, Mataram.
BPS. 2002. Nusa Tenggara Barat Dalam Angka. Biro Pusat Statistik Propinsi NTB, Mataram.
BPS, 2003. Nusa Tenggara Barat Dalam Angka. Biro Pusat Statistik Propinsi NTB, Mataram.
BPTP NTB. 2003. Komoditas Unggulan NTB. Laporan Tahunan 2003. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Mataram.
Dinas Pertanian NTB, 1999. Laporan Tahunan 1998. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dati I NTB. Mataram.
Fatmawati, Andi Apryani. 2007. Petunjuk Praktikum Dasar-dasar Agronomi. Jurusan Agronomi-Faperta Untirta. Serang.
Harjadi, M.M. Sri Setyati. 1988. Pengantar Agronomi. Gramedia: Jakarta.
Nyakpa, M. Yusuf, et al. 1988. Kesuburan Tanah. Penerbit Universitas Lmpung. Lampung.
S, H. Soeprapto.1993. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya : Jakarta.
Tjirosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply